JENIS- JENIS MANAJEMEN RISIKO
IAI AGUS SALIM
PRODI: EKONOMI SYARIAH
MATA KULIAH: MANAJEMEN RESIKO
PERBANKAN
DOSEN PENGAMPU: Aye
Sudarto.ME.Sy
JENIS- JENIS MANAJEMEN RISIKO
Jenis-jenis manajemen risiko dalam agribisnis dikelompokkan
menjadi 3 kelompok, yaitu:
1. Risiko
berdasarkan sifatnya
a. Risiko
Spekulatif
Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang
dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian. Resiko
spekulatif kadang-kadang dikenal pula dengan istilah risiko bisnis (business
risk). Seseorang yang menginvestasikan dananya disuatu tempat menghadapi dua
kemungkinan. Kemungkinan pertama investasinya menguntungkan atau malah
investasinya merugikan. Risiko yang dihadapi seperti adalah risiko spekulatif.
Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi yang dapat memberikan
keuntungan dan juga dapat menimbulkan kerugian.
Jenis risiko spekulatif adalah risiko yang sengaja ditimbulkan oleh
yang bersangkutan, agar terjadinya ketidakpastian memberikan peluang keuntungan
kepadanya. Umumnya tidak bisa diasuransikan. Contoh dari risiko ini adalah :
kita menggunakan modal untuk membuka usaha rumah makan, atau digunakan untuk
investasi membangun pembangkit baru. Dalam membuka usaha baru ini pasti akan
ada kemungkinan risiko rugi, tapi juga ada peluang untuk memperoleh keuntungan.
b.Risiko
Murni
Risiko murni (pure risk) adalah sesuatu yang hanya dapat berakibat
merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah
satu contohnya adalah kebakaran, apabila perusahaan mengalami kebakaran, maka
perusahaan tersebut akan mengalami kerugian. Kemungkinan yang lain adalah tidak
terjadi kebakaran. Dengan demikian kebakaran hanya menimbulkan kerugian, bukan
menimbulkan keuntungan, kecuali ada kesengajaan untuk membakar dengan
maksud-maksud tertentu.
Salah satu cara menghindari risiko murni adalah dengan asuransi. Dengan
demikian besarnya kerugian dapat diminimalkan. Itu sebabnya risiko murni dapat
dikenal dengan istilah risiko yang dapat diansuransikan (insurable risk).
Perbedaan utama antara risiko spekulatif dengan risiko murni adalah
kemungkinan untuk ada atau tidak, untuk risiko spekulatif masih terdapat
kemungkinan untung, sedangkan untuk risiko murni tidak dapat keuntungan.
Maka kita sebagai masyarakat, terlebuh pengusaha harus mempelajari
manajemen resiko karenasasarandari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk
mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah
dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat.
2. Risiko
berdasarkan dapat tidaknya dialihkan
a. Risiko
yang dapat dialihkan
Risiko yang
dapat dialihkan yaitu risiko yang dapat dipertanggungkan sebagai obyek yang
terkena risiko kepada perusahaan asuransi dengan membayar sejumlah premi.
Dengan demikian kerugian tersebut menjadi tanggungan (beban) perusahaan asuransi.
b.Risiko
yang tidak dapat dialihkan,
Risiko yang tidak dapat dialihkan
yaitu semua risiko yang termasuk dalam risiko spekulatif yang tidak dapat
dipertanggungkan pada perusahaan asuransi.
3. Risiko
berdasarkan asal timbulnya
a. Risiko
Internal
Risiko Internal
yaitu risiko yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri. Misalnya risiko kerusakan peralatan kerja
pada proyek karena kesalahan operasi, risiko kecelakaan kerja, risiko
mismanagement, dan sebagainya.
b.Risiko
Eksternal
Risiko
Eksternalyaitu risiko yang berasal dari luar perusahaan atau lingkungan luar
perusahaan. Misalnya risiko pencurian, penipuan, fluktuasi harga, perubahan
politik, dan sebagainya.
Menurut (Djojosoedarso, 2003) resiko
dapat dibedakan dengan berbagai cara antara lain :
1.
Resiko yang tidak disengaja (resiko muni) yaitu resiko
yang apabila terjadi menimbulkan kerugian dan terjadi tanpa sengaja misalnya resiko
terjadinya kebakaran, bencana alam, pencurian, penggelapan, pengacauan dsb
2.
Resiko yang disengaja (Resiko spekulatif) yaitu resiko
yang sengaja ditimbulkan oleh yang bersangkutan agar terjadinya ketidakpastian memberikan
keuntungan kepadanya, misalnya resiko utang piutang, perjudian, perdagangan
berjangka (hedging) dsb
3.
Resiko fundamental adalah resiko yang penyebabnya tidak
dapat dilimpahkan kepada seseorang dan yang menderita tidak hanya seseorang
tetapibanyak orang misalnya banjir,angin topan dsb
4.
Resiko khusus adalah resiko yang bersumber pada
peristiwa yang mandiri dan umumnya mudah diketahui penyebabanya seperti kapal kandas,
pesawat jatuh, tabrakan mobil dsb.
5.
Resiko Dinamis adalah resiko yang timbul akibat
perkembangan dan kemajuan (dinamika) masyarakat dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi
kebalikannya disebut resiko statis seperti kematian dan hari tua.
Dari sisi sumber/penyebab resiko dapat dibedakan kedalam 2
bagian :
- Resiko intern yaitu resiko yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri, seperti kesalahan kerja, korupsi, kesalahan manajemen dsb.
- Resiko Ekstern resiko yang berasal dari luar perusahaan seperti resiko pencurian, penipuan, persaingan, fluktuasi harga, perubahan kebijakan pemerintah dsb.
Dapat tidaknya resiko yang dialihkan ke pihak lain :
- Resiko yang dapat dialihkan ke pihak lain dengan mempertanggungkan suatu objek yang terkena resiko kepada perusahaan asuransi dengan membayar sejumlah premi asuransi sehingga kerugian menjadi tanggungan (pindah) ke fihak perusahaan asuransi.
- Resiko yang tidak dapat dialihkan ke pihak lain (tidak dapat diasuransikan), umumnya meliputi semua jenis resio spekulatif.
Oleh: Juniati
NPM: 15130005
Comments
Post a Comment