MANAJEMEN RISIKO
IAI AGUS SALIM
PRODI: EKONOMI
SYARIAH
MATA KULIAH:
MANAJEMEN RESIKO PERBANKAN
DOSEN PENGAMPU:
Aye Sudarto.ME.Sy
MANAJEMEN RISIKO
Manajemen risiko adalah sebuah pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang
berkaitan dengan ancaman, juga termasuk rangkaian aktivitas manusia dalam Penilaian risiko,
pengembangan strategi ini pengelolaannya dan mitigasi risiko dengan menggunakan
pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya yang ada.
Strategi yang diterapkan diantaranya adalah memindahkan
risiko kepada pihak lain, untuk menghindari risiko, mengurangi efek negatif
risiko yang timbul, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko
tertentu. Manajemen risiko tradisional hanya terfokus pada risiko-risiko yang
timbul disebabkan karena fisik atau legal (seperti bencana alam /kebakaran), kematian, serta tuntutan
hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat
dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.
Sasaran dilaksanakannya manajemen risiko
adalah dapat mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang
yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Ada berbagai jenis ancaman
yang dapat disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik.
Pada pelaksanaan manajemen risiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi
manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan
organisasi).
Pengertian Manajemen
Risiko
Manajemen risiko terdiri dari dua
kata berbeda. Seperti yang kita tahu manajemen secara umum berarti
mengorganisir. Sedangkan dalam KBBI kata risiko berarti: akibat yang
kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau
tindakan. Dalam bisnis sendiri, risiko berkaitan
dengan hasil aktual yang tidak sesuai dengan hasil harapan.
Manajemen risiko, seperti yang
dikutip dari businessdictionary.com, manajemen risiko adalah proses
identifikasi, analisis, penilaian, pengendalian, dan penghindaran,
minimalisasi, atau penghapusan risiko yang tidak dapat diterima.
Manajemen risiko biasanya dilakukan
oleh investor atau fund manager saat melakukan analisis
untuk mengukur potensi kerugian dalam investasi. Kemudian mereka mengambil
tindakan yang tepat sesuai dengan tujuan investasi dan toleransi risiko yang
telah dianalisis.
Cara Melakukan
Manajemen Risiko dengan Efektif
Committee of Sponsoring
Organizations of the Treadway Commission menyebutkan ada delapan kerangka yang
berkaitan dalam Manajemen Risiko Korporasi (MRK) yaitu
1) Lingkungan Internal
(Internal Environment)
Proses
pertama ini berkaitan dengan lingkungan perusahaan beroperasi. Mulai
dari risk-management philosophy,
integrity, risk-perspective, risk-appetite (penerimaan risiko), ethical values,
struktur organisasi, hingga pendelegasian wewenang yang dilakukan oleh
perusahaan.
2)
Penentuan
sasaran (objective setting)
Langkah
selanjutnya adalah penentuan tujuan dari organisasi agar risiko dapat
didentifikasi, diakses, dan dikelola sesuai dengan tujuan tersebut. Objective
ini bisa kita klasifikasikan menjadi dua yaitu strategic objective yang
berfokus pada perwujudan visi misi dan activity objective bertujuan pada
aktivitas seperti operasi, reportasi, dan kompliansi.
3) Identifikasi peristiwa (event
identification)
Berikutnya
adalah mengidentifikasi kejadian-kejadian potensial yang mempengaruhi strategi
atau pencapaian tujuan dari organisasi. Kejadian tidak pasti tersebut bisa
berdampak positif (opportunities), namun dapat pula sebaliknya yang lebih
sering kita sebut sebagai risiko (risks).
4) Penilaian risiko (risk
assessment)
Langkah
ini menilai sejauh mana kejadian atau keadaan tadi dapat mengganggu
pencapaian tujuan. Besarnya dampak dapat dianalisis melelui dua
perspektif, yaitu: likelihood (kecenderungan atau peluang) dan impact/consequence
(besaran dari terealisirnya risiko).
5)
Tanggapan
risiko (risk response)
Setelah itu organisasi harus menentukan sikap atas hasil penilaian risiko. Tanggapan ini dapat berupa menghindari (avoidance) risiko, mengurangi (reduction) risiko, memindahkan (sharing) risiko, dan menerima (acceptance) risiko, tergantung dengan risiko yang dihadapi.
6) Aktivitas pengendalian (control
activities)
Proses ini
berperanan dalam penyusunan kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur untuk
menjamin risk response terlaksana dengan efektif. Aktifitas pengendalian ini
berupa pembuatan kebijakan dan prosedur, pengamanan kekayaan organisasi,
delegasi wewenang dan pemisahan fungsi, dan supervisi atasan.
7) Informasi dan komunikasi
(information and communication)
Fokus dari langkah ini
adalah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak terkait melalui media
komunikasi yang sesuai dan tepat. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam
penyampaiaan informasi dan komunikasi adalah kualitas informasi, arah
komunikasi, dan alat komunikasi.
8) Pemantauan (monitoring)
Langkah
terakhir adalah monitoring. Monitoring dapat dilaksanakan baik secara terus
menerus (ongoing) maupun terpisah (separate evaluation). Pada proses
monitoring, perlu dicermati adanya kendala seperti reporting deficiencies,
yaitu pelaporan yang tidak lengkap atau bahkan berlebihan (tidak relevan).
Tiga Langkah Efektifkan
Mananjemen Risiko
Agar lebih mudah kita akan meringkas
kedelapan langkah tadi menjadi tiga langkah yang bisa mengefektifkan manajemen
risiko. Dikutip dari business.tutsplus.com, ketiga langkah tersebut yaitu
perencanaan, penanganan, dan monitoring.
1.
Perencanaan
Proses perencanaan ini bisa disesuaikan dengan keadaan
perusahaan. Untuk perusahaan besar misalnya perencanaan manajemen risiko
membutuhkan persiapan banyak. Sedangkan perusahaan kecil mungkin hanya
memerlukan beberapa spreadsheet yang fokus pada risiko dari beberapa
produk.
Perencanaan ini dimulai dengan mendaftar risiko yang
mungkin terjadi. Kemudian dilanjutkan dengan penilaian risiko mana yang mungkin
terjadi dan bagaimana tingkat keberhasilan mengatasi risiko tersebut. Terakhir
menentukan rencana tindakan yang akan diambil.
Tujuan perencanaan ini adalah mengidentifikasi risiko
utama, memprioritaskan risiko tersebut berdasarkan kecendrungan dan
dampak, dan menilai seberapa efektifit kendali saat ini pada risiko
yangdihadapi.
2.
Penanganan
Untuk penangan risiko kita bisa menggunakan empat cara
yang sama seperti pada proses yang diberikan COSO yaitu menghindar, mengurangi,
memindahkan dan menerima
Menangani risiko dengan menghindar bisa sangat efektif
bila keuntungan yang didapat tidak sebanding dengan risiko yang akan diterima.
Tapi strategi ini juga tidak bisa digunakan sebagai cara utama karena kita
mungkin melewatkan keuntungan besar dari risiko yang kita hadapi. Jadi kita
harus tahu secara jelas bagaimana karakteristik dari risiko tersebut dan telah
mengujinya dengan bebrapa cara lain.
Cara yang kedua adalah dengan mengurangi risiko yang
diterima. Cara ini bisa dibilang paling umum dan cocok pada rentang risiko yang
luas. Kita tetap bisa beraktivitas seperti biasa namun dengan bahaya yang
berkurang. Namun kekurangannya adalah saat kontrol kita tidak efektif
risiko yang kita takutkan bisa terjadi.
Memindahkan risiko ini sering sekali kita gunakan.
Risiko dapat dipindahkan melalui asuransi. Properti,
kendaraan, rumah yang memiliki risiko seperti hilang, rusak atau terbakar bisa
kita pindahkan risikonya ke perusahaan asuransi dengan asuransi yang kita pilih
sehingga menjadi lebih aman.
Dalam kasus risiko yang ringan, langkah terbaik yang
bisa kita pilih adalah menerimanya. Untuk risiko yang mendapatkan nilai
dampak dan kecendrungan yang rendah, solusi sederhana dan murah akan lebih menguntungkan
jika kita menerimanya dan melanjutkan bisnis seperti biasa.
3.
Pemantauan
Langkah terakhir yang dilakukan adalah monitoring atau
mengontrol sistem yang sudah dibuat. Kontrol ini dilakukan mulai dari proses
awal, apakah perlu ada modifikasi pada perencanaan atau yang lainnya. Begitu
juga pada penanganan agar tetap berjalan dengan baik.
Dengan ketiga langkah ini jalannya manajemen risiko
akan lebih efektif. Semua tindakan yang diambil dapat lebih menguntungkan dan
minim risiko. Perusahaan pun dapat berkembang dan lebih maju lagi dengan
tingkat kerugian yang berkurang.
Nah itulah tadi semua hal mengenai manajemen risiko
mulai dari pengertian,
langkah-langkah, dan cara mengoptimalkan manajemen risiko. Semoga dapat
bermanfaat, saya mohon maaf untuk kesalahan yang ada sekian dan terima kasih.
Jika anda memiliki pertanyaan atau kirtik dan saran
mengenai tulisan ini dapat anda sampaikan melalui kotak komentar yang telah
disediakan. Terima kasih kembali atas perhatiannya sampai jumpa pada artikel
selanjutnya.
Oleh: Juniati
NPM: 15130005
Comments
Post a Comment